TOPENG
Semakin beranjak dewasa, seharusnya kita semakin pandai membaca karakter orang lain.
Namun, entahlah terkadang kita merasa semikin bodoh
Kita terbawa oleh perasaan simpati kita sendiri, semakin dibodohi oleh fikiranku, hingga kita terlambat menyadari itu semua.
Jangankan orang lain yang bisa berbuat semaunya pada diri kita, teman, sahabat bahkan saudara sendiri sangat mungkin menjatuhkan kita
semuanya terbalik. mereka akan menyudutkan kita untuk kepentingan mereka, padahal awalnya merekalah yang mendorong kita untuk maju melangkah.
yahhh. Aku tak aneh melihat pemandangan seperti itu, karena ini bukanlah yang pertama.
Aku rasa kalianpun pernah berada diposisi seperti itu, jika kalian tidak terlambat untuk menyadarinya maka kalianlah yang akan terperosok.
hahhhhh. Aku tidak mengerti apa yang ada dibenak mereka ketika mereka harus membohongi banyak orang dan membalikkan fakta seolah merekalah yang berada diposisi benar.
Aku menyadari bahwa setiap orang mengenakan topengnya masing-masing
Berharap pembelaan dari orang lain hingga namanya bersih kembali
Berharap menjadi kanfas putih tanpa mereka sadari kanfas tersebut semakin hitam.
Komentar
Posting Komentar