Cita dan Harapan
Hari ini hampir saja aku terlupa dengan sebuah ucapan tulus dari lisan anak berumur 4thn, tentang sebuah cita-cita teramat baik, tentang sebuah kerja keras yang ingin memberikan perubahan yang layak bagi siapapun yang sakit.
"Mamah. "Aku mau menjadi seorang dokter"" teriakannya membuat sang ibu tersenyum.
Mungkin sama seperti anak itu, kita semua memiliki cita-cita yang beragam. Mendefinisikan arti kehidupan dengan ringan tanpa tahu persaingan yang sesungguhnya. Kita semua merasakan teriakan ringan ketika ditanyakan apa cita-cita kita, ada yang ingin jadi dokter, guru, perawat, teknisi, presiden, aktor atau yang lainnya. Tapi beranjak SMA semua akan berubah, kita semua mulai berfikir tentang sulitnya kehidupan, hanya sedikit yang dapat meraihnya, bukan karena mereka memiliki ekonomi yang baik, tapi karena sejak awal mereka tak melupakan terikan kecil tentang cita-citanya.
Diantara kita akan hidup melenceng dari keinginan, yang mau menjadi dokter bisa saja menjadi tenaga kesmas, atau perawat. Semua terjadi karena mereka tak mampu bertahan dan lebih memilih menyerahkannya pada keadaan.
Semoga Kita semua masih ingat tentang cita, keinginan dan harapan dimasa lampau.
"Mamah. "Aku mau menjadi seorang dokter"" teriakannya membuat sang ibu tersenyum.
Mungkin sama seperti anak itu, kita semua memiliki cita-cita yang beragam. Mendefinisikan arti kehidupan dengan ringan tanpa tahu persaingan yang sesungguhnya. Kita semua merasakan teriakan ringan ketika ditanyakan apa cita-cita kita, ada yang ingin jadi dokter, guru, perawat, teknisi, presiden, aktor atau yang lainnya. Tapi beranjak SMA semua akan berubah, kita semua mulai berfikir tentang sulitnya kehidupan, hanya sedikit yang dapat meraihnya, bukan karena mereka memiliki ekonomi yang baik, tapi karena sejak awal mereka tak melupakan terikan kecil tentang cita-citanya.
Diantara kita akan hidup melenceng dari keinginan, yang mau menjadi dokter bisa saja menjadi tenaga kesmas, atau perawat. Semua terjadi karena mereka tak mampu bertahan dan lebih memilih menyerahkannya pada keadaan.
Semoga Kita semua masih ingat tentang cita, keinginan dan harapan dimasa lampau.
Komentar
Posting Komentar